Mengapa sulit untuk mendorong inovasi?
Inovasi sering terhambat bukan karena kurang ide, tapi karena pola pikir yang mengakar. Pertama, manusia cenderung memilih jalan aman. Perubahan berarti risiko - gagal, dikritik, atau kehilangan kenyamanan. Organisasi yang terlalu fokus pada "yang sudah terbukti" akan mematikan percobaan kecil sejak awal. Kedua, sistem kerja yang kaku. Prosedur baku, hierarki panjang, dan target jangka pendek membatasi ruang gerak. Karyawan terjebak memenuhi KPI harian ketimbang bereksperimen. Alokasi sumber daya juga sering salah prioritas. Dana dialokasikan untuk memperbaiki sistem lama, bukan mengembangkan konsep baru. Ketiga, miskomunikasi antar divisi. Tim teknis tidak memahami kebutuhan pasar, sementara tim bisnis tidak mengerti batasan teknis.
Ide brilian sering mati di tengah jalan karena tidak ada mediator yang merangkai potongan puzzle tersebut. Terakhir, kurangnya insentif nyata. Inovasi membutuhkan waktu dan energi ekstra tanpa jaminan hasil. Tanpa pengakuan atau imbalan memadai, motivasi cepat luntur. Solusinya? Mulai dari skala kecil. Beri izin untuk gagal dalam proyek terbatas. Persingkat jalur persetujuan ide. Bentuk tim lintas fungsi dengan target jangka panjang. Ubah insentif - nilai proses eksperimen setara dengan hasil akhir. Inovasi bukan bakat, tapi kebiasaan yang perlu dilatih...